Wednesday, April 6, 2011

Surat Untuk Ibu

Trenggalek, 6 April 2011

Sudah sebulan dua minggu aku berada jauh darimu ibu. Dan selama ini pula tak sedetikpun terlintas dalam benakku bayangan dirimu. Dengan pongahnya aku berkata pada dunia bahwa aku kuat berada jauh dari dirimu, berada jauh dari rumah di mana engkau membesarkan diriku, berada jauh dari hangat dekapmu. Tapi malam ini suatu perasaan yang aneh menyergapku. Kuingat sosokmu, senyummu, tiba-tiba. Dan seketika aku merasa rapuh. Ingatan tentang dirimu meruntuhkan egoku, membunuh angkuhku, melunakkan hatiku, mendamaikan perasaan. Apakah engkau rasakan hal yang sama ibu? Rindukah kau padaku juga? Naif rasanya pertanyaanku ini. Tidakkah aku cukup dewasa untuk menyadari bahwa cinta kasihmu yang tulus adalah untuk sepanjang masa? Ibu, malam ini sungguh ingin aku memelukmu erat dan mencium pipimu. Ibu, ingin rasanya kumeneleponmu saat ini, tapi aku terlalu takut. Aku takut kau akan mendengarkanku menangis lirih dan aku tak ingin engkau mencemaskanku. Kuhadapkan diriku di hadapmu ibu dengan hati yang terbuka. Terima kasih atas perjuanganmu dalam mengasuh, mendidik dan merawatku selama ini. Tak peduli berapapun usiaku, aku akan selalu menjadi anak laki-laki kecilmu. Kau adalah dunia dan surgaku ibu. Kaulah inspirasi tebesarku. Terima kasih telah mengajarku untuk menjalani hidup dengan kesederhanaan. Untuk selalu menghormati dan menghargai diri dan orang lain. Walaupun aku sering membuatmu kecewa. Masih aku ingat betapa engkau akan sangat marah bila aku melalaikan solat lima waktu. Betapa engkau akan jengkel bila aku tidak membereskan tempat tidur atau meninggalkan makan pagi sebelum pergi menuntut ilmu. Dan semua kecerewatanmu, aku rindu dengan semua itu ibu. Masih sulit bagiku membayangkan hidup tanpa kehadiranmu. Tanpa doa-doamu yang telah membuka pintu ridho-Nya padaku. Semoga Allah memberikanku banyak waktu untuk membalas semua kabaikanmu yang tak ternilai walaupun aku tahu itu tak ‘kan pernah cukup. Ibu sekarang izinkan anakmu ini menitikkan air mata dalam kedamaian. Air mata kerinduanku padamu.


No comments: